IMG_0582.jpeg IMG_8974.jpeg

Dunia Fantasi

Dunia Fantasi

Dunia Fantasi

(2 reviews)
Lihat Review
Informasi Harga

Dunia Fantasi

Dunia Fantasi atau yang lebih populer dengan sebutan Dufan, pertama kali dibuka untuk umum pada 29 Agustus 1985 dan merupakan theme park pertama yang dikembangkan oleh Perseroan dan telah memiliki sertifikat ISO 9001:2015 sejak Februari 2017.

Selain menjadi pusat hiburan outdoor, Dufan juga merupakan kawasan edutainment fisikia terbesar di Indonesia yang memanjakan pengunjung dengan Fantasi Keliling Dunia, melalui wahana permainan berteknologi tinggi, yang terbagi dalam 9 (Sembilan) kawasan yaitu Indonesia, Jakarta, Asia, Eropa, Amerika, Yunani, Hikayat, Kalila dan Fantasy Lights.

Fasilitas umum untuk pengunjung : Gratis pinjam Stroller Bayi dan Kursi Roda, Free Wifi, Charger Point, Toilet bersih disetiap kawasan dan wahana, Baby Care Room, Mushola dan Masjid, P3K dan Ambulance.

Hal yang dapat dilakukan di Dunia Fantasi

Wahana

Lihat Semua >

Kereta Misteri

Wahana dalam ruang yang mengambil tema suasana Amerika diabad 19. Diakhir perjalanannya, pengunjung akan dikejutkan oleh sosok Serigala yang besar. Wahana ini berluaskan 5.000 m2 dan dilengkapi oleh 3 rangkaian kereta yang akan jalan bersamaan. Dimana per kereta memiliki kapasitas 20 orang.

Baling-Baling

Baling – baling merupakan suatu wahana baru yang unik untuk kalangan “remaja” yang berada di kawasan Dunia Kartun. Ketinggian wahana ini mencapai 30 m yang akan menguncang adrenalin pengunjung dengan ayunan dan putaran ride 360 derajat

Rating & Review Dunia Fantasi

Tulis Review

Login ke akun Anda untuk menulis review.
2 Review tentang Dunia Fantasi
Cerita saya
Kunjungan pada tanggal 12 Nov 2021, dengan harga tiket yang terbilang mahal, 200rb an. Dapat minuman gratis, fruit tea sih tapi apakah harganya bisa disesuaikan lagi apabila ada wahanan terbaiknya tidak beroprasi? Pada hari itu, wahanan utama yg tidak beroperasi adalah ice age, niagara2 , hysteria, kereta misteri, treasure land. Padahal saya bawa sodara dari riau :( kecewa
It's a good theme park but in the old days
Jujur saja sejak terbakarnya dua wahana legendaris Dufan yaitu Puri Misteri di tahun 1993 dan Ramashinta: Legenda Masa Depan di tahun 2001, kualitas Dufan mulai turun sejak itu. Kita mulai dari 2010 dengan keputusan paling buruk Dufan yaitu menutup selamanya Balada Kera dan menggantikannya dengan Kalila Adventure yang story dari show ini rada2 buruk dan cringe namun yah cocok untuk audience anak2. Kemudian salah satu yang paling miss opportunity yaitu ketika ada dana yang mungkin bisa untuk remake wahana Ramashinta: Legenda Masa Depan namun disalahgunakan buat bikin wahana based on IP, mending IP lokal lah ini IP dari luar negeri wkwkwk mana ada dua IP pula dan sayang kan Hello Kitty Adventure malah gagal banget hahaha. Disamping itu, show building Ice Age: Sid's Arctic Tours gak sebanding dengan lahan sekitarnya pula yang ada malah merusak pemandangan sekitar dan kenapa sih gak pake yg ada malah bikin extended bukannya bagus malah merusak sekitarnya. Singkat cerita menuju 2017 dimana downfall Dufan mulai terasa banget disitu dengan kehadiran Color of Kingdom yang just why show yang lumayan bagus tapi digantiin dengan literally almost same show but worser. Masih di 2017 dimana Dufan melakukan hal yang konyol banget dengan merename wahana Perang Bintang menjadi Galactica dan kemudian diakui wahana baru, kenyataannya hanya minor changes doang dan nyatanya gak lama sepi lagi seperti sebelumnya hahaha. Masih di 2017 juga, hadirlah show Time Adventure yang sangat disayangkan sih buruk banget itu show dan untungnya masih sadar dan langsung discrapped saking buruknya show tersebut. Singkat cerita menuju 2019, sebenernya sih Dunia Kartun gak problem banget sih buat saya namun yah gersang banget disitu dan masa sih jalanannya hanya aspal yang gak ada theming gitu dan ininih problem utama Dunia Kartun yaitu kan Dunia Kartun kan targetnya buat family khususnya anak-anak, nah mengapa wahana Baling-Baling bisa ada disitu hahaha. Nah ini nih addition di Dufan yang paling saya benci sejauh ini yaitu wahana Kereta Miserable. Jujur ini wahana paling shameless yang pernah dibuat Dufan sejauh ini soalnya coba deh liat concept art dan iklannya yg gak konsisten mau ceritanya apa kan bagus, giliran final productnya masa sih wahananya kek baru kelar 30% tapi udah dibuka buat publik dan alhasil jadi kek gudang PIK hahaha mana didalam panas banget, masa dinginnya cuman di queue doang dan are you kidding pake kipas pabrik doang masa hahaha dan katanya sih dark ride tapi kok masih ada cahaya dari luar sih wkwkwk. Nah ngomongin cerita dari wahana ini bagus cuman eksekusinya ancur banget yah kek backstory Sebastian Caine saja adalah seorang pemburu masa tiba2 ada mannequin sama foto2 serem gitu dan btw itu nyolong dari Google 🤭. Trs dari queue sampai load/unload jujur sih kurang banget themingnya kek kesannya bukan malah rumah terbengkalai gitu. Nah yang paling parah sih didalam wahananya masa sih cuman ada 5 set buat nyampein ceritanya sisanya gudang gitu mending ceritanya tersampaikan dengan baik lah ini sebagai audience gak bisa ngerti apa yang mau disampaikan. Beralih ke problem paling parah dari wahana ini yaitu merusak sightline Dufan karena yah misal nih dari perspective dari daerah Balai Kota yg themingnya Jakarta jaman dahulu masa tiba2 dibelakangnya ada gudang PIK out of nowhere gitu wkwkwk. Blm lagi same problem dengan show building Ice Age: Sid's Arctic Tours yaitu gak presisi dengan lahan sekitarnya kek asal taroh udah gak merhatiin balance apa nggak dengan sekitarnya. Kemudian problem selanjutnya dari Dufan yaitu maintenance wahananya contoh Istabon, saya lihat ya ampun kek diterbengkalaikan banget wahananya kek bonekanya bbrp dalam poor condition, ada yg sengklek lah bonekanya, dekor bbrp ada yg copot, lighting ancur banget sejak ganti LED Lights, work lights kenapa dinyalakan, kalo nggak glitch kadang sampai mati lagunya, arus yang sangat lemah, airnya kotor banget, dan saya pernah liat boneka Istabon ampe ada yang harus dioplas diluar mending bagus dan jadi family friendly lah yang setelah dioplas menjadi terlalu realistic banget. Nah mungkin sekian lah kritik saya tentang Dufan yang sekarang mudah2an saja bisa didengar masukan saya kalo mau bisa bersaing dengan kompetitornya kalo nggak dengerin kata2 saya siap2 saja buat yang terburuk.