BERITA

Fantastique Multimedia Show

Senin, 20 Juni 2011

Pentas "Fantastique Multimedia Show" menggabungkan beragam teknologi mulai dari aquascan, water fountain, laser show, animation, dan 3D mapping. Ada 50 artis pendukung yang terlibat untuk mengangkat cerita rakyat Timun Emas dan Buto Ijo dalam nuansa penuh permainan teknologi. Pengunjung Ancol Taman Impian dapat mulai menyaksikannya pada 22 Juni 2011 di area Ecopark.

"Tema dasarnya adalah lingkungan, ada semacam pendidikan tapi content lokal juga ada. Ada laser, api, fountain, layar, water canon, air, jetski, harus ada tari-tarian, harus ada lagu dan lakon. Ini luar biasa dan dibuat dalam waktu singkat tapi justru biasanya kreativitas muncul setelah penekanan," kata N. Riantiarno yang bertindak selaku sutradara pentas berjudul Ancol Paradis tersebut, saat jumpa pers di Ancol, Jakarta, Jumat (17/6/2011).

Ia menuturkan pemilihan cerita rakyat Timun Emas adalah karena cerita tersebut sering dilupakan. Namun, lanjutnya, tidak ada yang tidak tahu tokoh Timun Emas dan Buto Ijo.

"Buto Ijo ini metafora hal-hal super yang akhirnya jadi perusak. Saya minta Djaduk Ferianto membungkus lakon itu dengan musik. Saat musiknya jadi, momen alur pentas disesuaikan musik," katanya. Ia mengaku sampai saat ini masih merasa deg-degan karena tanggal 21 Juni 2011 pentas tersebut diluncurkan.

"Gubernur DKI menjadi penonton pertama kali, juga kita undang anak-anak SMA dari Jakarta Utara dan tokoh lingkungan," katanya. Saat media visit ke lokasi pementasan, tampak beberapa pekerja masih sibuk membuat panggung, tempat duduk, maupun penari-penari yang masih sibuk berlatih. Namun, Riantiarno optimis pentas akan siap pada saat peluncuran.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk. Budi Karya Sumadi menuturkan pentas berlangsung dua kali dalam satu malam yaitu pada pukul 6.30 sore dan 7.30 malam.

"Karena pakai laser-laser, jadi pentas pada malam hari. Tanggal 21 launching, lalu tanggal 22 terbuka untuk umum," jelasnya. Pentas dilakukan di ruang terbuka dengan latar belakang benteng kerajaan.