Musik Jazz pernah menjadi trend dan menjadi magnet bagi sebagian besar
penikmat musik di Indonesia beberapa dekade yang lalu. Pada tahun 1975
hingga 2005 setiap hari Jumat malam di panggung utama Pasar Seni
Ancol, secara rutin selalu hadir acara Friday Jazz Nite dengan
penampilan para pemain musik jazz ternama. Demikian kuatnya daya tarik
penampilan para musisi ini, hingga acara tersebut mampu bertahan
hingga 30 tahun lamanya. Istimewanya, acara ini bahkan memiliki
pengunjung rutin yang setiap Jumat malam selalu menyempatkan diri ke
Pasar Seni untuk menikmati musik berkualitas. Karena perubahan trend,
munculnya era baru musik non label (budaya musik indie) maka kekuatan
acara ini memudar dan sempat vakum. Pihak manajemen Ancol bekerjasama
dengan DSS ingin mengangkat kembali pamor Friday Jazz Nite dalam
format baru dan dengan konten yang lebih selektif dan disempurnakan
dalam New Friday Jazz Nite, demikian disampaikan oleh Budi Karya
Sumadi, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, perusahaan
pengembang dan pengelola Kawasan Wisata Ancol Taman Impian.
Kehadiran New Friday Jazz Nite’s diharapkan tidak hanya memberikan
alternatif baru bagi pengemar musik Jazz dan pengunjung Ancol pada
umumnya, namun juga memberi sarana baru bagi pemusik Jazz untuk
medekatkan musik jazz dengan masyarakat awam dan sekaligus
meningkatkan kualitas bermusik.
Pada era sampai akhir 1980-an, Friday Jazz Nite’s Pasar Seni Ancol
adalah salah satu panggung bergengsi bagi pemusik Jazz. Panggung ini
sering diisi oleh pentolan pemusik Jazz seperti Jack Lasmana dengan
Indonesia All Starnya, Ireng Maulana, Bubi Chen sampai pemusik
berbakat seperti Chandra Darusman (Karimata), Emerald, Indra Lesmana,
Dwiki Darmawan, Gilang Ramadhan.
“New Friday Jazz Nite’s kami harapkan dapat menjadi ajang pertemuan
komunitas Jazz, pengemar, pemusik senior dan yunior untuk berbagi
pengalaman dalam meningkatkan kualitas bermusik,” ucap Budi.
Sebagai aliran musik yang sifat terbuka, kualitas bermain jazz ikut
ditentukan oleh seberapa sering pemusiknya melakukan jam session
(bermain musik dalam satu panggung) dengan pemusik lain. Karena salah
satu cirri khas musik jazz adalah kaya dengan improvisasi. Musik yang
merupakan pertemuan antara budaya Eropa dan budaya Afrika ini
memberinya ruang improvisasi lebih besar dan membuat pemusiknya bebas
berkreatifitas. *****END
Rencana acara New Friday Jazz Nite – Pasar Seni Ancol Taman Impian:
2 Juli 2010
Audiensi Band
Feat :
Bertha, Utha Likumahua, Didik SSS
Opening performance : Gonin Band
9 Juli 2010
KulKul
Opening performance : Caniday Band
16 Juli 2010
Emerald Band
Ricky Jo
Opening Performance : Summer Band
23 Juli 2010
Donny Suhendra Project
Feat : Ivan Nestorman
30 Juli 2010
Totong Wicaksono Band
Feat : Helmy Chasiero
Komala Ayu
Musik Jazz pernah menjadi trend dan menjadi magnet bagi sebagian besar
penikmat musik di Indonesia beberapa dekade yang lalu. Pada tahun 1975
hingga 2005 setiap hari Jumat malam di panggung utama Pasar Seni
Ancol, secara rutin selalu hadir acara Friday Jazz Nite dengan
penampilan para pemain musik jazz ternama. Demikian kuatnya daya tarik
penampilan para musisi ini, hingga acara tersebut mampu bertahan
hingga 30 tahun lamanya. Istimewanya, acara ini bahkan memiliki
pengunjung rutin yang setiap Jumat malam selalu menyempatkan diri ke
Pasar Seni untuk menikmati musik berkualitas. Karena perubahan trend,
munculnya era baru musik non label (budaya musik indie) maka kekuatan
acara ini memudar dan sempat vakum. Pihak manajemen Ancol bekerjasama
dengan DSS ingin mengangkat kembali pamor Friday Jazz Nite dalam
format baru dan dengan konten yang lebih selektif dan disempurnakan
dalam New Friday Jazz Nite, demikian disampaikan oleh Budi Karya
Sumadi, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, perusahaan
pengembang dan pengelola Kawasan Wisata Ancol Taman Impian.
Kehadiran New Friday Jazz Nite’s diharapkan tidak hanya memberikan
alternatif baru bagi pengemar musik Jazz dan pengunjung Ancol pada
umumnya, namun juga memberi sarana baru bagi pemusik Jazz untuk
medekatkan musik jazz dengan masyarakat awam dan sekaligus
meningkatkan kualitas bermusik.
Pada era sampai akhir 1980-an, Friday Jazz Nite’s Pasar Seni Ancol
adalah salah satu panggung bergengsi bagi pemusik Jazz. Panggung ini
sering diisi oleh pentolan pemusik Jazz seperti Jack Lasmana dengan
Indonesia All Starnya, Ireng Maulana, Bubi Chen sampai pemusik
berbakat seperti Chandra Darusman (Karimata), Emerald, Indra Lesmana,
Dwiki Darmawan, Gilang Ramadhan.
“New Friday Jazz Nite’s kami harapkan dapat menjadi ajang pertemuan
komunitas Jazz, pengemar, pemusik senior dan yunior untuk berbagi
pengalaman dalam meningkatkan kualitas bermusik,” ucap Budi.
Sebagai aliran musik yang sifat terbuka, kualitas bermain jazz ikut
ditentukan oleh seberapa sering pemusiknya melakukan jam session
(bermain musik dalam satu panggung) dengan pemusik lain. Karena salah
satu cirri khas musik jazz adalah kaya dengan improvisasi. Musik yang
merupakan pertemuan antara budaya Eropa dan budaya Afrika ini
memberinya ruang improvisasi lebih besar dan membuat pemusiknya bebas
berkreatifitas. *****END
Rencana acara New Friday Jazz Nite – Pasar Seni Ancol Taman Impian:
2 Juli 2010
Audiensi Band
Feat :
Bertha, Utha Likumahua, Didik SSS
Opening performance : Gonin Band
9 Juli 2010
KulKul
Opening performance : Caniday Band
16 Juli 2010
Emerald Band
Ricky Jo
Opening Performance : Summer Band
23 Juli 2010
Donny Suhendra Project
Feat : Ivan Nestorman
30 Juli 2010
Totong Wicaksono Band
Feat : Helmy Chasiero
Komala Ayu
Untuk Informasi Lebih Lanjut Dapat Menghubungi : Sdri. Ni Ketut Sofia
Cakti (Opie)
Corporate Communications - PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk
Telp. 021 6454567 (office hour); Email. humasancol@ancol.com; Website.
www.ancol.com
6 Agustus 2010
Indro Hardjodikoro Trio
Nissa Hamzah
Fajar
Feat : Tohpati
Untuk Informasi Lebih Lanjut Dapat Menghubungi : Sdri. Ni Ketut Sofia
Cakti (Opie)
Corporate Communications - PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk
Telp. 021 6454567 (office hour); Email. humasancol@ancol.com; Website.
www.ancol.com
6 Agustus 2010
Indro Hardjodikoro Trio
Nissa Hamzah
Fajar
Feat : Tohpati