Press Release
Perayaan HUT Jakarta di Ancol Taman Impian
Festival Dodol di Ancol Pecahkan Rekor
Indonesian Book Of Record (IBOR) Catat Sebagai Dodol Terpanjang 48,3 m
Jakarta, 25 Juni 2010
Kemeriahan perayaan HUT DKI Jakarta ke-483 di Ancol Taman Impian akan
ditandai dengan pembuatan dodol terpanjang yang pada Festival Dodol
Jakarta yang diselenggarakan pada tanggal 24-27 Juni 2010 di Pasar
Seni mencatat, Indonesian Book Of Record (IBOR) mencatat dodol
sepanjang 48,3 meter yang dibuat dalam festival itu merupakan dodol
terpanjang yang pernah dibuat.
Bagi masyarakat Jakarta, khususnya warga keturunan Betawi, dodol
memang bukan sekedar penganan manis biasa. Bagi mereka, dodol juga
mempunyai makna sosial. Setidaknya satu kali dalam setahun atau
menjelang Hari Raya Iedul Fitri, mereka membuat dodol yang bahannya
mereka adakan secara urunan untuk kemudian diolah bersama-sama.
“Makna gotong royong yang terkandung dalam pembuatan dodol Betawi ini
telah melatarbelakangi kami untuk menyelenggarakan Festival Dodol
Jakarta dalam rangka memeriahkan perayaan hari jadi Kota Jakartak 483
di Ancol Taman Impian,” . kata Budi Karya Sumadi, Direktur Utama PT
Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJA), perusahaan pengembang dan pengelola
kawasan wisata Ancol Taman Impian
Dodol sepanjang hampir 50 meter itu u dibuat oleh puluhan peserta
lomba membuat dodol Betawi pada Festival Dodol Jakarta. Dodol
tersebut nantinya akan dibagikan kepada seluruh pengunjung pada puncak
acara perayaan HUT Jakarta ke-483 di Ancol Taman Impian pada 27 Juni
2010.
Selain Festival Dodol Jakarta, acara-acara bertemakan budaya Betawi
lainnya juga tak ketinggalan digelar Ancol Taman Impian. Seperti
Parade Sado kendaraan khas masyarakat Betawi Tempo Doeloe yang ditarik
seekor kuda. Parade Sado Hias keliling Ancol akan digelar pada Minggu,
27 Juni 2010.
“Berbagai acara bertema kebudayaan Betawai yang kami tampilkan dalam
rangka memeriahkan perayaan hari ulang tahun Kota Jakarta ke 483 ini
merupakan wujud konsistensi Ancol Taman Impian dalam melestarikan dan
mengembangkan warisan seni budaya Betawi yang juga merupakan bagian
dari aset kekayaan kebudayaan Indonesia,” tutur Budi Karya Sumadi. ***