Pasar Seni
Awi-awi Mandiri, Persembahan Inovasi Bambu
Jumat, 25 Desember 2009

 

Bambu, sebuah tanaman jenis rumput-rumputan yang banyak ditemui di Indonesia. Hasil alam ini biasa digunakan untuk berbagai keperluan. Mulai dari bahan bangunan hingga alat rumah tangga. Sayangnya, sifat alami bambu yang memiliki ukuran berbeda di setiap batangnya dan rapuh, meminimalisasi inovasi model produk.

 

Nah, jika Anda ingin melihat  bentuk kerajinan dan seni bambu yang unik, datang saja ke North Art Space, Taman Impian Jaya Ancol (TIJA), Jakarta Utara. Di sana, ada Pameran Awi-Awi Mandiri 2009 yang menampilkan 21 design seniman dan perajin di Indonesia yang sedang dikompetisikan.

 

Sebut saja Cigee, karya Rizki Zulian N. Cigee merupakan sebuah bangku relaksasi yang terbuat dari kombinasi kayu sebagai kerangkanya, bambu sebagai material utama, dan busa pada bagian atasnya. Perpaduan ini menimbulkan bentuk estetik serta memperlihatkan ergonomic produk itu sendiri. Tentunya, bentuk bangku sangat berbeda dan lebih modern dari bangku bambu yang sudah dikenal selama ini. Bangku dengan beimagekan daun ini memberikan nilai lebih sebagai bangku bambu yang memiliki identitas sebagai produk green design.

 

Atau tilik saja Drumboo, karya Hilman Nugraha. Drumboo merupakan perpaduan dari alat musik modern dan tradisional, yaitu angkung dan drum. Drumboo berasal dari kata drums dan bamboo. Bentuk rupa dari alat ini menyerupai angklung, alat  musik yang terbuat dari bambu. Cara memainkannya menyerupai permainan drum modern yang membutuhkan koordinasi dari beberapa anggota tubuh seperti tangan dan kaki. Menarik bukan?

 

Pameran ini sendiri diselenggarakan Bank Mandiri dan bekerja sama dengan Ancol. Manager Ancol Art Academy, Maruli Hadameon Satitorus, mengatakan TIJA sangat antusias ketika diajak bekerjasama untuk menyelenggarakan Awi-Awi Mandiri. Apalagi, kata dia, Ancol sangat akrab dengan bambu.

 

“Ancol, sebagai sebuah kawasan, dulu banyak ditumbuhi bambu. Terutama di sekitar rawa-rawa. Kami merasa bambu sudah dekat dengan kami. Oleh karena itu, kami sangat antusias dalam menyambut event ini,” ujarnya kepada Kompas.com, Minggu (13/12).

 

Dia mengatakan ini merupakan salah satu upaya berpartisipasi, mendorong inovasi produk-produk bambu. “Bambu itu sebenarnya hal biasa. Namun, di pameran kompetisi ini, bambu tersebut menjadi sesuatu yang luar biasa,” kata dia.

 

Sementara itu, Operational Director Saung Angklung Udjo, Satria Yanuar Angganasastra menuturkan pameran seperti ini mampu meningkatkan citra produk berbahan baku bambu. Dia menyayangkan produk bambu masih berada di level kedua di Indonesia.

 

“Nanti kalau sudah di-klaim negara lain, baru kebakaran jenggot, seperti angklung. Nah, pameran dan kompetisi seperti ini mampu meningkatkan citra produk berbahan baku bambu. Ini bisa tumbuh tidak lagi menjadi produk di second level. Apalagi, bambu itu murah, ramah lingkungan, dan mudah diperoleh sumbernya,” jelas dia.

 

Selain itu, lanjut Satria, pameran sekaligus kompetisi Awi-Awi Mandiri mampu membuka jalur komunikasi antara perajin dan seniman. Tukar pikiran antara keduanya dapat menjadikan sebuah produk bermutu tinggi.

 

Assistant Vice President Bank Mandiri Program Kemitraan dan Bina Lingkungan, Nila Nayta Dwi R, menilai bambu menjadi obyek yang sangat potensial di masa mendatang. Oleh karena itu, pihaknya menyelenggarakan kompetisi ini.

 

“Sebenarnya ini merupakan salah satu program corporate social responsibility (CSR) kami, bekerjasama dengan Saung Angklung Udjo. Kami melihat prospek bambu sangat bagus, dalam waktu empat tahun kita sudah bisa menuai hasil dan dipanen kembali. Ke depan, mudah-mudahan kami tidak hanya dapat membantu para seniman dan perajin bambu,” tukasnya. (BOB)

 

 

 

Share on Facebook 
Copyright 2008 - 2012 Taman Impian Jaya Ancol