TREND mendaur ulang kertas dan bahan plastik sedang booming. Namun tak semua produk daur ulang diolah secara alami. Salah satu tempat daur ulang yang melakukan pengolahan secara alami adalah milik warga RW 02 di Jalan Lodan Raya, Ancol, yang didukung PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk.
“Semuanya handmade dan memakai pewarna natural dari daun-daunan,” ujar Muklis, salah satu pengrajin barang-barang daur ulang di tempat itu.
Bahan utamanya kertas yang tak dipakai, lalu dilebur beberapa hari dan dikeringkan di bawah matahari. Untuk kerangkanya, Muklis dan teman-temannya menggunakan pelepah pisang, sedangkan zat pewarnanya dari daun pisang, kunyit, pandan, dan daun jati. Selain kertas, mereka juga menggunakan bahan-bahan plastik.
Di tangan kreatif mereka, kertas dan plastik bekas itu menjadi tas rajutan, rangkaian bunga, pajangan motor harley, rumah gadang, bahkan kapal phinisi. Harganya bervariasi mulai dari Rp 400 (empat ratus rupiah) hingga Rp 400.000 (empat ratus ribu rupiah).
Muklis mengakui, awalnya mereka merasa kesulitan. Namun dengan bantuan PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk, pengembang kawasan terpadu, rekreasi resort dan properti, produk mereka mulai eksis di pasaran bahkan di kalangan pejabat. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, misalnya, menggunakan kartu nama dan surat dari bahan daur ulang. “Ada juga yang pesan buat cinderamata seperti Ibu Erna Witoelar,” katanya.
Muklis dan teman-temannya dari RW 02, Jalan Lodan Raya, dibantu pihak Ancol belajar ketrampilan daur ulang di Depok, Jawa Barat selama 6 bulan.
Kabag Lingkungan & Pendidikan, Bidang Community Development - PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Andi Asterry, mengatakan, pihaknya mencoba mendorong motivasi warga sekitar untuk berkreasi dengan menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar mereka.
Aneka produk daur ulang hasil kerajinan warga itu bisa dilihat di Warung Hijau di kampung budaya Ancol. Warung Hijau menjadi galeri produk daur ulang ‘Ancol Sayang Lingkungan’. Tas rajutan, hiasan bunga, rumah gadang, dan motor harley ada di sini dan semuanya terbuat dari bahan-bahan daur ulang.