SEJAK tahun 2005, pupuk kompos buatan Marzuki H Toeng menyuburkan sebagian besar taman di sekitar Ancol, Jakarta Utara.
Marzuki bersama ketiga temannya mengolah pupuk kompos secara manual. ”Saya yakin pupuk kompos ini yang terbaik di DKI Jakarta,” kata Marzuki yakin saat ditemui di areal pembuatan kompos “Ancol Sayang Lingkungan” di Kelurahan Ancol, Jakarta, Kamis (12/11). Pesanan yang terus berdatangan menjadi dasar keyakinan Marzuki.
Ketika kompos merek lain tak laku di pasaran, kompos buatan Marzuki selalu dipesan orang. Salah satu pembeli tersebesarnya setiap tahun adalah PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk. “Untuk tahun 2010, Ancol akan membeli sebanyak 100 ton. Setiap tahun selalu mengalami peningkatan rata-rata 20 ton” ujarnya.
Ia juga yakin, kompos buatannya, yang telah menghijaukan sebagian wilayah Jakarta Utara, turut berperan dalam raihan perhargaan Adipura untuk wilayah itu selama tiga tahun berturu-turut.
Ia menjelaskan, pupuk kompos produksinya berasal dari sampah-sampah di sekitar Ancol yang lalu difermentasi dan diolah menjadi kompos berkuaitas. Soal jumlah produksi, ia bilang, “Tidak tentu produksinya karena hambatan selalu ada."
PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk katanya, telah memberi dia kesempatan untuk mengolah pupuk. Selain menyediakan lahan, Ancol juga memberikan mesin pencacah yang bisa digunakan untuk mengolah pupuknya.
Kabag Lingkungan & Pendidikan, Community Development PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Andi Asterry, mengatakan, bantuan dan kesempatan yang diberikan kepada Marzuki merupakan bagian dari program CSR (corporate social responsibilty) perusahaannya. Menurut dia, pihak Ancol juga membantu pemasaran salah satunya melalui menampilkan pupuk kompos buatan Marzuki dalam sejumlah pameran. *