MESKI berstatus sekolah terbuka dan hanya punya dua ruang kelas, para siswa Sekolah Rakyat Ancol (SRA), Jakarta Utara, dapat mencetak prestasi hingga jenjang internasional.
Annisa yang duduk di bangku SMP kelas 3 misalnya, belum lama ini memenangkan Lomba Motivasi Belajar Mandiri 2009 di tingkat Nasional. Adapun Edi, murid SRA 2, mewakili sekolahnya dalam lomba estafet di Malaysia. Siswa dari dua sekolah tersebut, SRA 1 dan SRA 2, pun lulus 100 persen saat mengikuti UN.
Andi Asterry, Kabag Lingkungan & Pendidikan, Community Development PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, mengemukakan hal itu saat mengunjungi SRA 1, di Kelurahan Pademangan Barat, Jakarta, Kamis (12/11). “Sudah tiga angkatan yang lulus dari SRA dan beberapa diantaranya telah mencetak prestasi yang membanggakan,” kata Terry, panggilan Andi Asterry.
PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk selama 5 tahun, memberikan bantuan operasional, antara lain, berupa biaya sekolah gratis, peralatan sekolah, dan gaji guru pamong untuk dua sekolah itu. Terry mengutarakan, pihaknya juga terbuka untuk menerima bantuan dari pihak lain yang ingin memberi bantuan bagi dua sekolah itu.
Di dua sekolah itu, para siswa tidak hanya mendapat pelajaran umum. Mereka juga mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan diberi pelatihan life skill seperti belajar tari Marawis, belajar mendaur ulang, serta membuat coklat.
Fasilitas yang tersedia memang serba terbatas. Saat ini, kegiatan belajar siswa SRA 1 masih menumpang di bangunan sekolah lain. Dengan ruangan hanya 2 kelas, para siswa harus berbagi waktu dengan siswa lainnya.
Menurut Kepala Sekolah SRA 1, Safaah, meski ruangan terbatas, adanya bantuan dari PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk telah sangat membantu kegiatan belajar para siswa. Ia hanya mengeluhkan kurangnya motivasi para siswa. “Kendala kami masih pada motivasi para siswa,” kata Safaah. Lingkungan dan keluarga, katanya, sangat mempengaruhi kondisi para siswa. *