Oleh : Budi Karya Sumadi, Pengamat Seni dan Budaya.
Indie adalah bagian dari kegiatan seni baik yang diwujukan dalam bentuk music, lukis, fotografi, hingga olahraga. Sayangnya, hingga saat ini Indie masih terpinggirkan. Tak terkecuali, musik Indie yan
Melalui perjalanan panjang yang tidak terlepas dari globalisasi informasi tak terkecuali internet, musik Indie kini mulai mendapatkan tempat di hati masyarakat. Saat ini, tercatat kurang lebih 20.000 band Indie tanah air. Sebuah potensi kekayaan musik Indonesia yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Musik Indie seakan jadi jawaban bagi mereka yang mulai bosan dengan trend Industri musik Indonesia yang saat ini nyaris "mati" kreatifitas. Tidak bisa dipungkiri, potensi terbesar yang dimiliki musik Indie adalah kreatifitas yang sangat natural. Melalui proses natural itulah lahir ide-ide baru yang kerap menjadi trend setter.
Kreatifitas musik anak bangsa tidak bisa diragukan lagi kehebatannya, bahkan Negara tetangga kita secara terbuka mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kemampuan musisi Indonesia. Wujud ketakutan itu hingga harus diwujudkan dalam bentuk peraturan agar musik Indonesia tidak merajalela di negara mereka. Ini menjadi bukti tidak ada alasan lagi bagi pemerintah menutup matanya untuk ikut mengambil peran besar dalam perkembangan musik Indonesia khususnya musik Indie.
Perlu peranan pemerintah
Perlunya peran pemerintah meski sekedar memberikan wadah bagi musik Indie sebagai bagian dari anak bangsa yang butuh bimbingan dan arahan. Saat ini, mereka butuh ruang untuk berekspresi dan menunjukkkan eksistensinya. Bagaimanapun, bangsa ini butuh kreatifitas musik yang mampu mengangkat citra negeri ini melalui karya yang sarat dengan nilai kejujuran bukan sekedar emosi sesaat demi rupiah.
Musik Indie kini bertahan dengan adanya sejumlah label Indie dan komunitas Indie yang tersebar di seluruh penjuru negeri ini. Dibutuhkan peranan pemerintah untuk bisa menyatukan kekuatan mereka dalam satu wadah sehingga mereka bisa berkembang dan memberikan warna bagi perkembangan musik negeri ini. Panggung maupun ajang rutin di daerah maupun tingkat nasional menjadi sangat berarti bagi mereka. Ide kreatif dari masing-masing pemerintah daerah untuk mengembangkan musik Indie pun tak kalah pentingnya.
Peranan pihak swasta pun tak kalah pentingnya dibutuhkan. Meski sudah ada sejumlah pihak yang mulai melirik potensi musik Indie melalui penyelenggaraan ajang musik, tapi jumlahnya belum mampu mengeksploitasi keberadaan musik Indie secara maksimal. Ancol Taman Impian melalui ajang Urbanfest pun harus mengakui sulitnya mengusung Indie untuk mendapatkan sponsor. Butuh waktu tiga tahun bagi Ancol Taman Impian hingga akhirnya bisa meyakinkan pihak swasta terlibat dalam penyelenggaraan musik Indie.
Media massa juru kunci
Keberadaan musik Indie akan lebih cepat berkembang jika media massa ikut berperan membesarkannya. Baik melalui pemberitaan maupun kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan hasil karyanya. Ironis, jika musik indie harus tenggelam di tengah “booming” acara live musik televisi saat ini. Selain hiburan semata, bangsa ini juga butuh selera yang jujur tanpa "syarat" yang bisa membelenggu kreatifitas anak bangsa.
Peluang ini makin terbuka lebar dengan adanya kemajuan tehnologi saat ini yang memberikan angin segar bagi perkembangan musik Indie. Tengok saja band-band Indie lokal di Bandung yang mampu bertahan dengan kreatifitasnya hanya dengan berbekal dunia maya. Tidak sedikit band Indie yang berhasil mengedarkan album di negara-negara Asia hingga Eropa. Ada pula band-band yang bisa menembus kompilasi dari record luar negeri.
Hal terpenting yang bisa diambil dari keberadaan musik Indie tidak sekedar idealisme atau kemandirian. Sebuah karya yang dihasilkan secara natural mengajarkan kita bagaimana karya berkualitas adalah karya yang jujur tanpa rekayasa. Nilai inilah yang harus dipertahankan oleh bangsa ini untuk mempertahankan budayanya, bahwa karya yang berkualitas tak dapat disejajarkan dengan rupiah. Inilah yang menjadi dasar bagi Ancol untuk kembali menyelenggarakan Urbanfest, tidak sekedar menyediakan aksi panggung musik indie tapi juga kreativitas indie lainnya. Indie sebagai bagian dari kreatifitas budaya butuh apresiasi dan suppor dari semua pihak. (END)