UrbanFest merupakan ajang kreatifitas anak muda, maka tak salah jika Chiptune untuk kedua kalinya kembali dihadirkan di ajang UrbanFest yang diselenggarakan di Pasar Seni Ancol 24-25 Oktober 2009.
Chiptune adalah musik yang dibuat dari sound format yang telah di syntesizekan secara realtime oleh computer atau video game sound chip. Uniknya, media yang digunakan adalah computer tua buatan tahun 60-an.
“Kami bukan jenis musik tapi kami bisa mainkan musik apa saja dengan program yang base-nya chip,” kata Eca salah seorang Chiptuner, sebutan pemain musik Chiptune dari Massive Until Morning.
Saat ditemui, Sabtu malam (24/10), Eca tengah sibuk menerangkan cara dan bagaimana Chiptune kepada pengunjung Urbanfest yang mayoritas anak-anak muda. Di sela-sela penjelasan Eca mengenalkan Chiptune kepada pengunjung, rekannya sesama Chiptuner memainkan musik andalan mereka.
Menurut Eca komunitas Chiptune di Indonesia mulai popular pada tahun 2007. Jumlahnya saat ini memang belum sebanyak komunitas musik lainnya, tapi mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta ini meyakini jumlah Chiptuner terus bertambah setiap hari.“Kami berinteraksi lewat dunia maya dan kami memiliki website sendiri,” jelasnya.
Chiptune di belahan dunia bukan hal baru karena sudah mulai popular sejak periode pertengahan 1980s sampai akhir 1980s dimana pada saat itu untuk membuat musik dengan computer hanya tersedia sound chip tersebut.
Medium tersebut memberikan fleksibilitas kepada para composer dalam menciptakan instrument sendiri, tetapi dikarenakan sound chip komputer pada saat itu hanya tersedia simple tone generator dan noise generator, mengakibatkan keterbatasan dalam menciptakan sound yang lebih complex.
Chiptune kadang terdengar “kasar” dan “menciut2” bagi para pendengar yang tidak biasa dengan musik tersebut. Apalagi Chiptune juga sangat berhubungan dekat sekali dengan video game music. (*)