LUMBA-lumba, seekor mamalia laut yang memiliki inteligensi tinggi. Pernahkah terpikir bahwa lumba-lumba juga sama seperti mamalia lain, tidur pada malam hari? Kalau tidur, bagaimana caranya?
Ternyata lumba-lumba sama seperti manusia lho. Dia tidur saat malam hari. Cara tidurnya unik. Dia biasa tertidur di permukaan air karena harus bernafas dengan paru-parunya. Namun, lumba-lumba tidak pernah tertidur pulas. Dia selalu tidur dengan setengah otak masih sadar. Menurut Bagian Pendidikan dan Acara Gelanggang Samudra Ancol, Roni Rahardjo, hal tersebut ditandai dengan terbukanya salah satu mata mamalia laut itu.
”Karena di alam liar, dia harus bersiaga. Menurut penelitian, otaknya tidur secara bergantian,” ujar Roni di akuarium lumba-lumba Lili-Spekta, di Gelanggang Samudra Ancol, Jakarta, Rabu (7/10).
Itu tadi kebiasaan tidur lumba-lumba yang hidup di alam bebas. Bagaimana dengan lumba-lumba yang sudah lama di penangkaran seperti Lili dan bayinya, Spekta? Berdasar pengamatan dokter Gelanggang Samudra Ancol (GSA), lumba-lumba yang berada di penangkaran, mampu tidur pulas. ”Mungkin karena mereka merasa aman, tidak seperti di alam bebas yang harus selalu waspada dengan hiu,” kata dia.
Tertarik untuk mengajak buah hati mengamati kebiasaan biota laut seperti lumba-lumba ini? Nah, kebiasaan unik itu hanya dapat Anda dapatkan saat mengikuti Educamp di GSA. Educamp adalah sarana edutainment baru yang dipersembahkan Gelanggang Samudra Ancol dengan konsep active learning. Educamp ini diperuntukkan untuk kelompok anak, minimal 25 orang, bagi anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Secara umum, konsepnya hampir mirip dengan acara perkemahan biasa. Namun, rincian acara yang membedakannya dengan perkemahan biasa. Saat datang ke lokasi Educamp yang terletak di dalam GSA, anak-anak akan dilatih mandiri, mendirikan tenda, menyiapkan makan, dan mencuci piring. Ketika malam tiba, seluruh peserta akan mengikuti treasure hunt (perburuan harta karun).
”Harta karunnya, memang tidak seberapa. Tapi harta karun terpendam yang tidak mereka ketahui, lebih besar nilainya. Sebab, saat mencari harta karun itu, mereka akan mampir ke pos-pos, di mana posnya terletak di kandang-kandang biota laut. Di sana mereka diminta mengamati kebiasaan dan kehidupan para biota laut di malam hari. Misalkan di kandang singa laut. Bagaimana kebiasaan singa laut saat malam hari,” jelas Roni.
Selain itu, anak-anak juga akan dijelaskan mengenai laut, kondisi pantai di Jakarta saat ini, dan bagaimana cara merawatnya. Ada satu hal lagi yang membedakan Educamp dengan bumi perkemahan lain, yaitu lokasinya yang terletak di dekat pantai. Pada malam hari, peserta Educamp dapat mempelajari dan merasakan perbedaan angin laut dan angin darat. Jika camping unik begini, tidak rugi kan membayar Rp 350.000 per orang? (BOB)