"HAH, masuk Gelanggang Samudra hanya Rp 40.000 per orang di hari biasa? Yang bener? Yaaach, tahu gitu saya pake batik tadi,” ujar Yanti (28), seroang pengunjung Gelanggang Samudra, Taman Impian Jaya Ancol, Rabu (7/10).
Ya, Taman Impian Jaya Ancol (TIJA) memberikan diskon hingga 60 persen bagi pengunjung yang mengenakan busana atau aksesoris bernuansa batik saat berkunjung ke Ancol pada tanggal 5 - 9 Oktober ini. Program diskon itu merupakan wujud apresiasi Ancol atas pengakuan UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Culture Organization) bahwa batik merupakan warisan budaya tak benda (intangible) Indonesia pada 2 Oktober lalu.
“Ini merupakan bentuk rasa syukur dan apresiasi kami dengan diakuinya batik sebagai budaya bangsa oleh UNESCO,” ujar Humas TIJA, Sofia Cakti.
Pengunjung cukup memperlihatkan busana atau aksesoris batik yang dikenakan, maka saat masuk ke pintu gerbang utama TIJA, petugas langsung memberikan potongan 60 persen. Potongan sebesar 40 persen dan 50 persen juga akan didapatkan jika berkunjung ke Dunia Fantasi serta Gelanggang Samudra. Tiket masuk di gerbang utama yang normalnya Rp 13.000 menjadi Rp 6.000, di Atlantis Water Adventure yang Rp 70.000 menjadi Rp 35.000, di Gelanggang Samudra yang Rp 80.000 menjadi Rp 40.000, dan di Dufan yang Rp 140.000 menjadi hanya Rp 85.000.
“Awalnya sempat tidak percaya. Makanya, saya sampai bawa iklannya yang ada di salah satu koran ibukota, jaga-jaga kalau tidak didiskon,” kata Tri Rahmanto (47), pengunjung Gelanggang Samudra. Warga Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan itu mengaku sengaja membawa dua anak dan istrinya berlibur ke Ancol. “Soalnya saya sudah tahu ada promo ini dari koran, jadi saya minta ibunya memakaikan batik ke anak-anak,” kata dia.
Menurut dia, tidak ada salahnya bermain sambil memakai batik. Dia pun mengaku tidak malu memasuki Ancol dengan mengenakan batik. Bagi keluarga Tri, batik merupakan pakaian sehari-hari. “Kebetulan saat ngantor, seragamnya batik,” tuturnya.
Lain halnya dengan Ratna (28), warga Kalimalang, Bekasi. Dia sempat kebingungan saat suaminya mengajak ke Dufan dengan berbaju batik. Sebelum masuk Dufan, Ratna yang berkaos putih loreng mengeluarkan baju batik dari tasnya. Dia merangkap bajunya dengan baju batik tersebut. “Masalahnya bahan baju batik saya tidak menyerap keringat. Jadi saat dipakai main tidak nyaman. Jadinya, ya saya pakai saat di loket-loket saja. Saat main, saya lepas, ganti kaos. Saya tidak tahu kalau pakai aksesoris pun tidak apa-apa,” jelasnya. (BOB)