15 Tips Latihan Maraton untuk Pemula agar Siap Menyelesaikan Race
Tips latihan maraton yang paling penting adalah membangun kemampuan secara bertahap, mengikuti program terstruktur, melakukan long run, menjaga sebagian besar latihan tetap ringan, melatih kekuatan, serta mempraktikkan strategi nutrisi dan hidrasi. Persiapan maraton umumnya memerlukan beberapa bulan, bukan latihan singkat menjelang perlombaan.
Maraton mempunyai jarak resmi 42,195 kilometer. Jarak tersebut berbeda dari fun run 3K, 5K, lomba 10K, maupun half marathon sejauh 21,0975 kilometer.
Karena jaraknya panjang, latihan maraton bukan sekadar memperbanyak kilometer. Pelari perlu menyeimbangkan volume latihan, intensitas, kekuatan, asupan energi, tidur, dan pemulihan.
Boston Athletic Association, misalnya, menggunakan program latihan maraton selama 20 minggu dengan beberapa tingkatan berdasarkan kemampuan pelari. Program tersebut disusun dengan peningkatan latihan bertahap dan tetap dianggap sebagai panduan yang perlu disesuaikan dengan kondisi individu (sumber: Boston Athletic Association).
Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Latihan Maraton?
Persiapan maraton biasanya membutuhkan sekitar 16-20 minggu bagi pelari yang sudah mempunyai dasar kebugaran dan terbiasa berlari. Pemula yang baru mulai berolahraga memerlukan fase pembangunan dasar lebih dahulu sebelum memasuki program khusus maraton.
Jangan menentukan durasi persiapan hanya berdasarkan tanggal perlombaan. Pertimbangkan riwayat latihan, kemampuan menyelesaikan lari ringan, kondisi kesehatan, pengalaman cedera, dan waktu yang tersedia setiap minggu.
Pelari belum siap mengikuti program khusus maraton jika masih kesulitan menjaga konsistensi latihan dasar. Dalam kondisi tersebut, target 5K atau 10K menjadi langkah yang lebih realistis sebelum beralih ke jarak yang lebih panjang.
Apa Saja Tips Latihan Maraton yang Efektif?
Berikut
15 tips latihan maraton yang dapat digunakan untuk menyusun persiapan secara lebih aman dan terarah.
1. Periksa Kesiapan Kesehatan dan Kebugaran
Maraton memberikan beban besar pada sistem kardiovaskular, otot, sendi, tendon, serta cadangan energi tubuh. Pelari perlu memastikan kondisi tubuh siap menerima peningkatan volume latihan.
Konsultasikan rencana latihan dengan dokter jika Anda mempunyai:
- Penyakit jantung.
- Hipertensi yang belum terkontrol.
- Diabetes.
- Gangguan pernapasan.
- Riwayat pingsan ketika berolahraga.
- Nyeri dada saat beraktivitas.
- Cedera tulang, otot, atau sendi.
- Kondisi medis lain yang memengaruhi kemampuan berolahraga.
Pemeriksaan kesehatan bukan formalitas. Informasi tersebut membantu pelari menentukan intensitas dan progres latihan yang sesuai.
2. Tentukan Target yang Realistis
Target maraton tidak selalu harus berupa catatan waktu. Untuk maraton pertama, menyelesaikan perlombaan dengan kondisi stabil sudah menjadi tujuan yang baik.
Contoh target latihan meliputi:
- Menyelesaikan perlombaan tanpa memperburuk cedera.
- Mempertahankan strategi lari dan jalan.
- Menjaga kecepatan tetap stabil.
- Mengikuti strategi nutrisi yang sudah diuji.
- Menyelesaikan race sebelum batas waktu resmi.
Target yang realistis membantu pelari menghindari latihan berlebihan hanya untuk mengejar angka yang belum sesuai dengan tingkat kebugarannya.
3. Bangun Dasar Lari sebelum Memulai Program Maraton
Fase dasar bertujuan membangun kebiasaan, daya tahan aerobik, dan toleransi tubuh terhadap aktivitas berulang. Pada fase ini, fokus utama berada pada konsistensi, bukan kecepatan.
Mulailah dari lari ringan atau kombinasi lari dan jalan. Tingkatkan frekuensi dan durasi setelah tubuh mampu menyelesaikan latihan tanpa kelelahan berlebihan. Langkah awalnya dibahas di panduan
cara lari untuk pemula.
Pemula tidak perlu langsung mengikuti jadwal pelari yang sudah berlatih selama bertahun-tahun. Sebuah penelitian pada pelari pemula dengan obesitas menemukan bahwa kelompok yang memulai dengan total jarak lebih rendah mengalami lebih sedikit cedera dan gejala penggunaan berlebihan dibandingkan kelompok dengan jarak awal lebih tinggi (sumber:
Int J Sports Phys Ther, 2018).
4. Gunakan Program Latihan yang Terstruktur
Program latihan maraton mengatur hubungan antara lari ringan, long run, latihan berkualitas, latihan kekuatan, dan hari pemulihan.
Satu minggu latihan dapat terdiri dari:
| Jenis latihan |
Tujuan utama |
| Lari ringan |
Membangun volume dengan tingkat kelelahan terkendali |
| Long run |
Meningkatkan daya tahan dan menguji strategi race |
| Tempo atau interval |
Melatih kemampuan mempertahankan kecepatan |
| Recovery run |
Menjaga gerakan dengan intensitas rendah |
| Latihan kekuatan |
Memperkuat otot penopang gerakan lari |
| Istirahat |
Memberi kesempatan tubuh beradaptasi |
Jangan menyalin program atlet profesional. Pilih rencana berdasarkan kemampuan, pengalaman, pekerjaan, waktu tidur, dan riwayat cedera Anda.
5. Pertahankan Sebagian Besar Lari pada Intensitas Ringan
Lari ringan membantu pelari mengumpulkan waktu latihan tanpa menghasilkan kelelahan sebesar sesi tempo atau interval. Kecepatannya harus terasa terkendali dan masih memungkinkan percakapan dalam beberapa kalimat.
Kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah menjalankan setiap sesi terlalu cepat. Akibatnya, lari ringan berubah menjadi latihan berat, sedangkan tubuh tidak memperoleh pemulihan yang cukup sebelum sesi berikutnya.
Gunakan latihan cepat secara terbatas dan terencana. Anda tidak perlu membuktikan kebugaran pada setiap sesi.
6. Jadikan Long Run sebagai Latihan Utama
Long run adalah sesi lari berdurasi paling panjang dalam satu minggu yang digunakan untuk membangun daya tahan, menguji perlengkapan, dan melatih strategi nutrisi. Jaraknya ditambah secara bertahap dengan mempertimbangkan volume mingguan serta kemampuan pemulihan.
Long run bukan simulasi maraton penuh setiap minggu. Anda juga tidak perlu menyelesaikan jarak 42,195 km sebelum hari perlombaan.
Saat melakukan long run:
- Mulailah dengan kecepatan ringan.
- Gunakan sepatu dan pakaian yang sudah diuji.
- Praktikkan asupan cairan dan energi.
- Catat rasa lelah serta keluhan tubuh.
- Jangan mengejar kecepatan jika kondisi cuaca buruk.
- Sisakan waktu untuk pemulihan setelahnya.
7. Jangan Bergantung secara Kaku pada Aturan Kenaikan 10 Persen
Aturan kenaikan jarak maksimal 10 persen per minggu sering digunakan sebagai panduan umum, tetapi bukti ilmiah belum mendukungnya sebagai angka universal bagi setiap pelari.
Tinjauan sistematis mengenai parameter latihan dan cedera menemukan hasil yang saling bertentangan serta menyimpulkan bahwa rekomendasi progres yang sama untuk semua pelari tidak dapat ditetapkan dari bukti yang tersedia (sumber:
J Athl Train, 2022).
Perhatikan perubahan beban secara menyeluruh:
- Total jarak mingguan.
- Jarak satu sesi terpanjang.
- Intensitas.
- Tanjakan.
- Permukaan rute.
- Kualitas tidur.
- Tingkat stres.
- Riwayat cedera.
Jangan menaikkan jarak, kecepatan, dan jumlah sesi berat pada minggu yang sama.
8. Tambahkan Latihan Tempo atau Interval Secukupnya
Tempo run melatih kemampuan mempertahankan kecepatan yang menantang tetapi terkendali. Interval menggunakan pengulangan lari cepat yang diselingi pemulihan.
Pemula cukup melakukan satu sesi berkualitas dalam seminggu setelah mempunyai dasar lari yang stabil. Contohnya:
- Tempo ringan selama 10-20 menit.
- Interval 6 Ă— 2 menit dengan jogging pemulihan.
- Lari tanjakan singkat.
- Beberapa bagian pada kecepatan target maraton.
- Strides pendek setelah lari ringan.
Jangan menempatkan latihan berat sehari sebelum atau sesudah long run jika tubuh belum terbiasa.
9. Lakukan Latihan Kekuatan
Latihan kekuatan membantu mempertahankan kemampuan otot ketika volume lari meningkat. Fokuskan gerakan pada kaki, pinggul, betis, punggung, dan bagian tengah tubuh.
Contoh gerakan meliputi:
- Squat.
- Split squat.
- Step-up.
- Hip hinge.
- Calf raise.
- Glute bridge.
- Plank.
- Side plank.
Latihan dilakukan dengan teknik yang benar dan beban yang sesuai. Pedoman aktivitas fisik juga menganjurkan latihan penguatan otot setidaknya dua hari per minggu untuk orang dewasa (sumber:
ACSM).
Kurangi beban latihan kekuatan ketika memasuki minggu dengan volume lari tinggi atau menjelang perlombaan.
10. Gunakan Cross-Training tanpa Mengganggu Pemulihan
Bersepeda, berenang, elliptical, atau jalan cepat dapat mempertahankan aktivitas aerobik tanpa memberikan beban benturan yang sama dengan lari.
Cross-training berguna ketika pelari:
- Membutuhkan variasi.
- Sedang mengurangi benturan.
- Baru kembali dari jeda latihan.
- Ingin menambah aktivitas aerobik.
- Tidak dapat berlari karena kondisi cuaca atau rute.
Cross-training bukan alasan untuk menghilangkan seluruh hari istirahat. Tubuh tetap membutuhkan pemulihan total pada waktu tertentu.
11. Latih Strategi Makan selama Long Run
Nutrisi maraton harus dipraktikkan selama latihan, bukan baru dicoba pada hari perlombaan. Pelari perlu menguji waktu makan, jenis karbohidrat, jumlah asupan, produk energi, dan toleransi pencernaan ketika melakukan long run.
Untuk aktivitas daya tahan lebih dari satu jam, penelitian nutrisi olahraga sering menggunakan kisaran awal 30-60 gram karbohidrat per jam. Kebutuhan yang tepat bergantung pada durasi, intensitas, ukuran tubuh, produk yang digunakan, dan toleransi pencernaan (sumber:
Sports Medicine, 2014).
Sumber energi saat berlari dapat berupa:
- Gel energi.
- Minuman olahraga.
- Permen khusus olahraga.
- Pisang.
- Makanan ringan yang mudah dicerna.
- Kombinasi beberapa produk.
Jangan langsung menggunakan asupan dalam jumlah besar. Latih sistem pencernaan secara bertahap dan catat produk yang terasa nyaman.
12. Susun Strategi Hidrasi Berdasarkan Kondisi
Strategi hidrasi maraton mempertimbangkan cuaca, durasi, tingkat keringat, ketersediaan pos air, dan toleransi tubuh. Pelari perlu memulai dalam kondisi cukup cairan, minum secara terencana, serta menghindari kekurangan maupun konsumsi air berlebihan.
Pada long run, ketahui lokasi mendapatkan air atau bawa sistem minum sendiri. World Athletics juga menyarankan pelari menyiapkan cara membawa cairan ketika rute latihan panjang tidak mempunyai pos air (sumber:
World Athletics).
Hidrasi perlu dilatih bersama strategi nutrisi. Jangan mencoba minuman baru atau mengonsumsi air sebanyak-banyaknya pada hari perlombaan karena konsumsi berlebihan juga dapat menimbulkan masalah serius.
13. Gunakan Sepatu dan Pakaian yang Sudah Teruji
Sepatu terbaik untuk maraton bukan sekadar sepatu paling mahal. Sepatu harus nyaman, sesuai dengan bentuk kaki, dan sudah digunakan dalam beberapa latihan.
Periksa hal berikut:
- Tidak menekan jari kaki.
- Tumit tidak sering terlepas.
- Tidak menimbulkan lecet.
- Kaos kaki mampu mengelola kelembapan.
- Pakaian tidak menimbulkan gesekan.
- Perlengkapan tidak menghambat gerakan.
- Semua perlengkapan sudah diuji ketika berkeringat.
Jangan memakai sepatu, kaos kaki, pakaian, aksesori, atau produk anti-lecet untuk pertama kalinya pada hari perlombaan.
14. Prioritaskan Tidur dan Pemulihan
Adaptasi latihan berlangsung ketika tubuh mendapatkan pemulihan. Pelari yang terus menambah beban tanpa istirahat dapat mengalami kelelahan berkepanjangan, penurunan performa, atau keluhan penggunaan berlebihan.
Perhatikan beberapa tanda tubuh tidak pulih:
- Kecepatan ringan terasa lebih berat dari biasanya.
- Kaki tetap berat setelah beberapa hari.
- Kualitas tidur menurun.
- Detak jantung saat istirahat berubah secara tidak biasa.
- Motivasi latihan menurun tajam.
- Nyeri semakin terasa ketika berlari.
- Performa turun selama beberapa sesi.
Kurangi beban dan evaluasi penyebabnya. Pemulihan mencakup tidur, asupan makanan, hidrasi, aktivitas ringan, serta pengaturan stres.
15. Lakukan Taper sebelum Hari Perlombaan
Taper adalah pengurangan beban latihan menjelang perlombaan agar kelelahan menurun tanpa menghilangkan kebugaran. Pelari tetap bergerak dan mempertahankan sedikit intensitas, tetapi mengurangi volume sehingga tubuh tiba di garis start dalam kondisi lebih segar.
Meta-analisis pada atlet daya tahan menemukan bahwa taper hingga 21 hari dengan pengurangan volume latihan secara bertahap sebesar 41-60 persen, sambil mempertahankan intensitas dan frekuensi tertentu, dapat mendukung performa. Penerapannya tetap disesuaikan dengan pengalaman dan beban latihan sebelumnya (sumber:
PLoS One, 2023).
Jangan menggunakan masa taper untuk mengejar latihan yang terlewat. Kebugaran tambahan tidak dapat dibangun secara mendadak pada minggu terakhir.
Bagaimana Contoh Jadwal Latihan Maraton dalam Satu Minggu?
Jadwal latihan maraton menggabungkan lari ringan, satu sesi berkualitas, satu long run, latihan kekuatan, serta hari pemulihan. Penempatan setiap sesi disesuaikan agar dua latihan berat tidak dilakukan berurutan dan tubuh mempunyai waktu untuk beradaptasi.
Berikut contoh struktur mingguan, bukan program personal:
| Hari |
Contoh latihan |
| Senin |
Istirahat atau mobilitas ringan |
| Selasa |
Lari ringan |
| Rabu |
Latihan kekuatan atau cross-training |
| Kamis |
Tempo, interval, atau lari ringan sesuai fase |
| Jumat |
Istirahat |
| Sabtu |
Lari ringan dan beberapa strides |
| Minggu |
Long run dengan kecepatan terkendali |
Durasi dan jarak setiap sesi mengikuti kemampuan individu. Pelari yang baru membangun dasar dapat mengganti satu atau beberapa sesi lari dengan jalan cepat atau cross-training.
Bagaimana Pembagian Fase Program Latihan Maraton?
Program latihan maraton dapat dibagi menjadi empat fase:
| Fase |
Fokus utama |
Contoh kegiatan |
| Dasar |
Membangun konsistensi |
Lari ringan, latihan kekuatan dan teknik |
| Pembangunan |
Menambah volume dan long run |
Lari ringan lebih panjang dan long run bertahap |
| Spesifik maraton |
Mengenal target pace dan strategi race |
Bagian kecepatan maraton, nutrisi dan simulasi |
| Taper |
Mengurangi kelelahan |
Volume turun, intensitas ringan dipertahankan |
Setiap fase saling mendukung. Melewatkan fase dasar lalu langsung mengejar long run panjang dapat meningkatkan kelelahan dan membuat jadwal sulit dipertahankan.
Seberapa Panjang Long Run untuk Latihan Maraton?
Jarak long run tidak harus mencapai 42,195 km sebelum hari perlombaan. Panjangnya ditentukan berdasarkan pengalaman, total volume mingguan, kecepatan, riwayat cedera, dan kemampuan pulih. Long run harus cukup menantang tanpa merusak latihan pada minggu berikutnya.
Tidak ada satu jarak puncak yang cocok bagi semua pelari. Pelari yang lebih lambat dapat menghabiskan waktu jauh lebih panjang untuk menyelesaikan jarak yang sama sehingga durasi latihan juga perlu dipertimbangkan.
Konsultasikan dengan pelatih jika ragu menentukan puncak long run. Program yang baik mempertimbangkan hubungan antara satu sesi terpanjang dan keseluruhan latihan mingguan.
Bagaimana Membedakan Nyeri Cedera dan Pegal Latihan?
Pegal latihan biasanya terasa menyebar, muncul setelah aktivitas, dan berkurang dalam beberapa hari. Nyeri cedera cenderung tajam, terlokalisasi, semakin berat ketika berlari, mengubah pola langkah, atau tetap terasa meskipun sudah beristirahat.
Hentikan latihan dan cari bantuan tenaga kesehatan jika muncul:
- Nyeri tajam atau mendadak.
- Pembengkakan.
- Tidak mampu menopang berat badan.
- Langkah berubah karena menahan sakit.
- Nyeri membangunkan tidur.
- Nyeri terus meningkat.
- Nyeri dada, pingsan, atau sesak yang tidak wajar.
Riwayat cedera sebelumnya merupakan salah satu faktor risiko terkuat untuk cedera penggunaan berlebihan pada pelari jarak jauh (sumber:
J Sport Health Sci, 2021). Langkah pencegahannya dibahas di artikel
cara mencegah cedera lari.
Bagaimana Latihan Lari di Pantai Ancol Mendukung Persiapan?
Kawasan Pantai Ancol dapat digunakan untuk lari ringan, latihan durasi, atau sesi bersama komunitas dengan suasana pesisir. Pilih rute berpermukaan stabil, berlari pada waktu yang lebih sejuk, dan sesuaikan kecepatan dengan kondisi panas serta kelembapan Jakarta.
Perubahan suasana membantu latihan tidak terasa monoton. Pelari dapat memanfaatkan kawasan Ancol untuk:
- Melakukan lari ringan dengan kecepatan percakapan.
- Menjalani sesi lari dan jalan.
- Menguji pakaian untuk cuaca panas.
- Berlatih bersama teman.
- Mencoba strategi minum.
- Menambah durasi secara bertahap.
- Melakukan recovery walk bersama keluarga.
Periksa jam operasional, kondisi rute, aturan kawasan, dan cuaca sebelum berangkat. Gunakan tabir surya, pakaian yang nyaman, serta pelindung kepala ketika paparan matahari cukup tinggi. Pilihan rute latihan lain ada di artikel rekomendasi tempat
lari marathon di Jakarta.
Hindari melakukan long run saat cuaca sangat panas. Turunkan kecepatan atau pindahkan jadwal jika tubuh sulit mengendalikan suhu.
Apakah Isekai Run Vol.4 Termasuk Maraton?
Isekai Run Vol.4 bukan perlombaan maraton. Isekai Run Vol.4: The Mysterious Forbidden Desert menyediakan rute 3K dan 5K. Acara ini dapat dijadikan target antara bagi pelari pemula untuk membangun pengalaman race sebelum berlatih menuju 10K, half marathon, atau maraton.
Informasi resmi acara mencantumkan:
- Nama: Isekai Run Vol.4: The Mysterious Forbidden Desert
- Tanggal: Minggu, 20 Desember 2026
- Lokasi: Pantai Lagoon, Ancol Taman Impian
- Pilihan jarak: 3K dan 5K
- Konsep: fun run, cosplay, musik, festival Japanese pop culture, dan door prize
Info lengkap acaranya ada di artikel
acara lari jakarta utara 2026.
Meskipun jaraknya bukan maraton, mengikuti 3K atau 5K memberi kesempatan untuk mempraktikkan beberapa keterampilan dasar:
- Datang sesuai jadwal.
- Menyiapkan perlengkapan sejak malam.
- Mengatur makan sebelum berlari.
- Melakukan pemanasan di area acara.
- Menahan diri agar tidak memulai terlalu cepat.
- Berlari di tengah peserta lain.
- Menyelesaikan rute sesuai kemampuan.
Pengalaman tersebut berguna sebelum mengikuti perlombaan yang lebih panjang. Pelari juga dapat berlatih terlebih dahulu di kawasan Pantai Ancol agar terbiasa dengan lingkungan pesisirnya.
Pemesanan resmi dapat dilakukan melalui halaman berikut:
Pesan Isekai Run Vol.4: The Mysterious Forbidden Desert
Periksa kembali ketersediaan tiket, harga, ketentuan peserta, perlengkapan, dan informasi acara sebelum melakukan pembayaran.
Pertanyaan Seputar Tips Latihan Maraton
Apakah pemula bisa mengikuti maraton?
Pemula dapat mengikuti maraton setelah membangun dasar kebugaran dan menjalani program terstruktur. Orang yang baru mulai berlari sebaiknya melewati target 5K, 10K, atau half marathon terlebih dahulu.
Apakah harus berlari setiap hari untuk latihan maraton?
Tidak. Program maraton dapat disusun dengan beberapa hari lari, latihan kekuatan, cross-training, dan istirahat. Frekuensi ditentukan berdasarkan pengalaman, volume, serta kemampuan pemulihan.
Apakah harus pernah menyelesaikan 42 km saat latihan?
Tidak. Pelari tidak perlu menyelesaikan jarak maraton penuh sebelum hari perlombaan. Long run disusun untuk membangun daya tahan tanpa menciptakan waktu pemulihan yang terlalu panjang.
Berapa kali long run dilakukan?
Long run biasanya dilakukan satu kali dalam satu minggu. Namun, frekuensi dan jaraknya perlu disesuaikan ketika pelari sakit, cedera, kelelahan, atau mempunyai jadwal yang berbeda.
Apakah latihan kekuatan diperlukan?
Ya. Latihan kekuatan membantu mempertahankan fungsi otot, stabilitas, dan kemampuan menghasilkan tenaga ketika volume lari meningkat. Latihannya tetap perlu disesuaikan agar tidak mengganggu long run.
Apakah boleh berjalan saat maraton?
Boleh. Strategi lari dan jalan dapat membantu sebagian pelari mengendalikan intensitas. Strategi tersebut harus dilatih sebelumnya agar durasi lari, waktu berjalan, nutrisi, dan target finis dapat diperkirakan.
Kapan harus mulai mencoba gel energi?
Cobalah gel atau sumber energi lain selama long run, bukan pada hari perlombaan. Mulailah dari jumlah kecil dan gunakan produk sesuai petunjuk agar dapat menilai toleransi pencernaan.
Apakah Isekai Run Vol.4 cocok untuk persiapan maraton?
Isekai Run Vol.4 cocok sebagai target awal atau perlombaan antara karena menyediakan rute 3K dan 5K. Acara ini tidak menggantikan long run dan program khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan maraton 42,195 km.
Mulai Persiapan Maraton dari Target yang Realistis
Tips latihan maraton yang efektif selalu berawal dari konsistensi, progres terukur, long run, pemulihan, latihan kekuatan, serta strategi nutrisi dan hidrasi yang sudah diuji. Jangan mengejar jarak dengan mengorbankan kesehatan atau mengabaikan sinyal tubuh.
Jika target maraton masih terasa jauh, mulailah dari perlombaan yang lebih pendek. Berlatih di Pantai Ancol dapat menghadirkan suasana berbeda, sedangkan Isekai Run Vol.4 memberi target 3K atau 5K yang lebih realistis bagi pelari yang sedang membangun pengalaman.
Setiap finis mempunyai tahapnya sendiri. Selesaikan 3K dengan nyaman, lanjutkan ke 5K, bangun kemampuan 10K, lalu persiapkan half marathon dan maraton dengan fondasi yang semakin kuat.