Tantra adalah ilmu pengetahuan kerohanian yang untuk pertama kalinya diajarkan di India 7000 tahun silam. Tan barasal dari akar kata Sansekerta yang berarti "perluasan", dan Tra berarti "pembebasan". Dengan demikian Tantra merupakan latihan rohani yang mengangkat manusia ke dalam suatu proses yang memperluas pikirannya. Tantra menghantar manusia dari suatu keadaan tidak sempurna menjadi sempurna, dari keadaan kasar menjadi halus, dari kemelekatan menjadi terbebaskan.
Perkembangan Tantra berjalin dengan perkembangan peradaban di India kuno. Pada saat Tantra tumbuh menjadi latihan rohani yang utama, India sedang mengalami suatu masa persimpangan sejarah. Di barat laut suku-suku pengembara dari Asia tengah, yaitu Arya, mulai memasuki India yang mereka namakan Bharata Varsha (tanah yang menghidupi dan mengembangkan umat manusia). Meskipun mereka adalah bangsa pengembara dengan kebudayaan perang, di kalangan mereka ada juga para bijak yang dikenal sebagai Rishi yang mulai mengungkapkan berbagai pertanyaan mendasar tentang asal mula dan tujuan alam semesta.
Bhanu dalam bahasa kawi, berarti cahaya.
Juga adalah nama seorang pemimpin Wangsa Sailendra yang berkuasa di Jawa Tengah. Beberapa literatur menyebut tahun pemerintahannya adalah 752 - 775.
Pada masa pemerintahan Bhanu terdapat tokoh lain, yang mungkin hidup sezaman, yaitu Sanjaya raja pertama Kerajaan Medang periode Jawa Tengah (atau lazim disebut Mataram Kuno). Tokoh ini mengeluarkan prasasti Canggal tahun 732. Menurut teori Slamet Muljana, seorang anggota Wangsa Sailendra bernama Rakai Panangkaran akhirnya berhasil merebut takhta Kerajaan Medang dan mengalahkan Wangsa Sanjaya.
Maghara dalam bahasa India kuno adalah makna "menaungi jagat raya (universe)"
Titantra Bhanu Maghara : "mengangkat manusia ke dalam suatu proses untuk memperluas pikirannya yang besar, seperti cahaya yang memberi pencerahan dalam menaungi seluruh isi jagat raya"