Photo by Djbachoxs.
kebetulan kemarin secara nggak sengaja saya melihat acara televisi di TVone mengenai pariwara kota Jakarta, ya, sekita 30 menit saya melihat statemen dari kadin pariwisata Jakarta yang mengatakan bahwa Kota Tua Jakarta akan di jadikan sarana prasarana untuk anak muda yang bergerak di dunia kreatif industri (lagi-lagi) walaupun itu menurut saya lumayan mengakomodir, tapi ada semacam perasaan dejavu ketika saya bertemu dengan Mas Emil (Ridwan Kamil) mengenai saran dia bahwa kenapa Ancol tidak mengambil kesempatan itu? (diskusi ini kira-kira terjadi 8 bulan yang lalu saat saya bertemu mas Emil di Jogja).
Ada semacam tindakan tidak cepat tanggap dari pihak manajemen yang, jika itu dilakukan sekarang, tidak ada kata terlambat, mengingat Ancol saat ini berusaha untuk (kembali) menjadi dunia trendsetter mengenai trend kebutuhan masyarakat. Saya ingat ketika pernah berbincang-bincang dengan para karyawan lama mengenai apa yang telah Ancol lakukan dahulu, seperti Friday Jazz Night di Pasar Seni Ancol, era pembangunan Dunia Fantasi di tahun 80-an, juga Acara-acara yang kalau boleh saya komentari pada saat itu sangat luar biasa.
Kembali bicara mengenai Kota Tua Jakarta. adalah suatu yang hebat jika kita dapat merespon dengan cepat kebutuhan generasi muda yang ingin suatu wadah eksplorasi kreatifitas. Di sana (kota tua) tidak akan ada habisnya untuk dieksploitasi dari sisi budaya, seni, Arsitektur, dan juga respon lingkungan yang bisa dijadikan aspek pemunculan ide-ide baru.
Kalu boleh saya membayangkan, seumpama Ancol ikut andil dalam eksplorasi Kota Tua. Secara geografis memiliki jarak yang tidak jauh dari masing-masing aktivitas, secara kultural sejarah sama-sama memiliki historikal yang sama. Dan, bagaimana bentuk sinergi yang bisa dijadikan katalisator untuk dapat menjadi suatu"hal" yang "Booming"?
Dari kesamaan "latarbelakang" tersebut yang justru menurut saya adalah kemudahan yang bisa diperoleh, apalagi hak kepemilikan keduanya adalah sama-sama dimiliki oleh Pemda DKI.
Saya ingat usul dari mas Emil :" coba deh Ancol mengambil salah satu saja titik yang ada di Kota Tua, seperti misal satu bangunan, dan kemudian direspon sedemikian rupa sehingga dapat dijadikan meeting point dari kegiatan para anak muda yang sering dan akan dilakukan di sana".
Tanpa bermaksud "menyambungkan lidah" cukup relevan ide yang digelontorkan mas Emil, banyak dampak positif yang bisa kita (ancol) peroleh, selain image kepedulian dengan situs-situs kuno, juga salah satu jalinan hubungan yang harmonis dengan kebutuhan masyarakat muda saat ini. apalagi, itu sangat berkaitan juga dengan liputan TVOne yang sudah saya jelaskan sebelumnya.
Dan.. setelah beberapi kebobolan konsep yang sudah diambil alih oleh para kompetitor, hemat saya, kini saatnya untuk berpikir kedepan... dan itu adalah saatnya mengambil tindakan dengan eksekusi yang relevan juga. Dan sekarang, tunggu apa lagi? Go Ancol go!