Suasana liburan di pinggir Pantai Indah Carnaval Ancol, Sabtu (3/9/2011) sore tampak berbeda. Para pengunjung yang sedang asyik berenang atau sedang leyeh-leyeh di pinggir pantai sambil dihibur musik dangdut dari atas panggung yang disediakan oleh PT Taman Impian Jaya Ancol. Kedatangan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yang tiba-tiba pun mengejutkan mereka.
Fauzi Bowo yang datang bersama istrinya, Tati Fauzi Bowo, pun segera diundang naik ke atas panggung. Dengan bertanya-tanya, para pengunjung segera mendekat ke depan panggung. Ada apa gerangan? Setelah menyapa dan menanyakan kabar warga, Foke, panggilan akrab Fauzi Bowo, pun melontarkan ucapan Selamat Idul Fitri sambil memeluk istrinya. Foke pun kemudian mulai menyampaikan maksudnya.
“Saya mau titip boleh? Dari sini matanya semua kelihatan cinta kebersihan. Saya percaya kalau Ancol enggak bersih, enggak banyak yang kemari. Siapa yang menyebabkan kotor? Kita semua kan. Sekarang mari kita bersihkan sampah-sampah yang kita buang,” ungkapnya disambut seruan setuju dari para pengunjung.
Foke mengajak para warga untuk mengumpulkan sampah-sampah yang ada di sekitar mereka sekarang. Tentunya, pria berkumis ini pun juga akan turun bersama warga mengumpulkan sampah. Sebelum turun panggung, Foke sempat menjelaskan aturan mainnya. Kali ini, mereka yang berhasil mengumpulkan sampah sampai penuh akan memperoleh imbalan uang sebesar Rp 50.000. Paling sedikit akan memperoleh Rp 10.000. Selain itu, jika beruntung, pengunjung berkesempatan untuk memperoleh sepeda senilai jutaan rupiah melalui doorprize.
PT Taman Impian Jaya Ancol bekerja sama dengan komunitas Teens Go Green menggelar acara bersih-bersih ini dengan kedatangan Foke sebagai acara puncaknya. Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Budi Karya Sumadi mengatakan acara ini digelar sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat soal kebersihan lingkungan.
Pasalnya, setiap hari libur tiba, seiring dengan besarnya jumlah pengunjung yang datang, makin banyak pula sampah yang bergelimpangan. Oleh karena itu, Budi memandang kegiatan bersih-bersih yang langsung melibatkan masyarakat untuk pertama kalinya ini menjadi langkah yang efektif daripada sekedar menambah jumlah petugas kebersihan di kawasan ini.
“Jadi yang paling efektif itu mereka punya kesadaran untuk menaruh sampah di tempat yang bener sehingga proses itu bisa mudah. Kalau kita biarkan masyarakat manja, ini ada satu proses edukasi yang salah dan Ancol memang suatu tempat untuk mendidik masyarakat menuju cara hidup yang lebih baik. Ini kita pikirkan terus. Kita diskusi ke Pak Gubernur dan adik-adik itu, rupanya antusiasmenya baik. jadi kita pikirkan cara, bagaimana mereka enjoy, sampah terkumpul,” katanya.
Budi mengatakan cara kampanye kebersihan ini baru pertama kali ditempuh. Namun ke depannya, Ancol akan terus mengupayakan cara ini dilaksanakan, terutama pada saat hari-hari libur di mana jumlah pengunjung meningkat tajam. palagi, lanjutnya, di saat-saat itu, banyak pengunjung yang juga berasal dari luar Jakarta.