Dufan
Mengenal Dunia Lewat Seven Wonders Di Ancol
Senin, 5 September 2011

Tiba-tiba jadi teringat pada Zorro, jagoan berkostum hitam dengan pedang panjangnya, setelah menyaksikan para penari pria di atas panggung. Meski berwarna ungu, bentuk topi mereka mirip sekali dengan topi Zorro yang hitam. Sekilas tampak serupa, tetapi kemudian jelas bedanya. Kalau Zorro gemulai bermain pedang, mereka gemulai menari Waltz!

Dengan ditemani lima penari wanita, tarian mereka menjadi pembuka pertunjukan Seven Wonders of The World di Hall Rama Shinta, Dunia Fantasi, Ancol, Jakarta. Mereka bergerak lincah dan gemulai sesuai irama musik asal Austria tersebut.

Selang beberapa menit, muncullah enam orang penari wanita yang energik. Mereka membawakan tari Samba dari Brazil. Dengan irama Amerika Latin, mereka pun bergerak dari satu sisi ke sisi lain di atas panggung, khas goyang Samba. Keindahan gerak para penari wanita ini pun digantikan oleh sembilan penari berjubah panjang lengkap dengan rebana kecil di tangan masing-masing. Uniknya, kesembilan penari itu adalah pria!

Wah.. Gerak mereka tak kalah lincahnya dengan para penari wanita tadi. Mereka membawakan tari Sufi yang berasal dari Maroko. Alunan musik yang ritmis ditambah suara tepukan rebana yang tidak terlalu keras menjadi kekhasan tersendiri dalam pertunjukan ini. Setelah itu, muncullah para penari yang membawakan tari Peruvian. Dari namanya, tari ini bisa diketahui berasal dari Peru. Seolah ingin membuat mata pata penonton terus terjaga, dari balik panggung tiba-tiba muncul para penari dengan kostum yang mudah ditebak.

"Tari India kan, Yah," ungkap seorang anak lelaki.

Tiga pasang penari plus dua penari pria yang selalu bergerak di panggung bagian belakang berhasil menunjukkan eksotis dan naturalnya tari India. Mereka membawakan tarian ini seperti yang sering dilihat di dalam film-film di layar televisi. Loncat ke sana kemari dengan energik, namun tetap gemulai. Hingga kemudian, musik India selesai dan muncullah para penari perut yang akan membawakan tari asal Timur Tengah ini. Awalnya, hanya dua para penari perempuan yang tampak di panggung. Setelah beberapa saat tampil, keempat rekannya pun masuk ke panggung.

Tarian terakhir langsung membawa ingatan akan suasana hutan di film Lion King. Tari Meksiko bernuansa kelam awalnya. Namun, begitu dentuman musik khas rimba terdengar, para penari pun mulai melonjak-lonjak gemulai. Sangat mengejutkan ketika muncul dua penari yang membawa bola api. Satu dari sisi kiri, satu dari sisi kanan panggung. Keduanya ada di bawah panggung. Mereka menggerakkan rantai yang mengikat bola api itu. Awalnya pelan, tetapi kemudian menggerakkannya silang ke kiri dan kanan di atas kepala.

Seven Wonders of The World merupakan pertunjukan andalan Dunia Fantasi setiap hari hingga 11 September mendatang, mulai pukul 12.55-13.25. Pertunjukan ini terdiri dari tujuh tarian dari seluruh dunia yang dikemas secara bersambung. Tara (11) mengaku sangat suka dengan pertunjukan ini. Selain karena senang menari, warga Cibinong ini ingin tahu ragam tari dari seluruh dunia.

"Jadi tadi duduk dulu di sini sama mama, papa dan kakak," katanya.

 

Share on Facebook 
Copyright 2008 - 2012 Taman Impian Jaya Ancol