Siapa yang tak kenal Jember Fashion Carnaval (JFC)? Ajang mode tahunan bernuansa kreatif ini telah mendunia di usianya yang ke-10. Menariknya, kemilau kostum berwarna-warni nan unik plus dentuman musik dari berbagai instrumen marching band kini tak lagi hanya bisa dinikmati di kota asalnya, Jember. Seluruh pengisi acaranya diboyong ke Jakarta lho.
Sampai dengan Sabtu (10/9/2011) mendatang, warga Jakarta dan sekitarnya bisa menikmati penampilan 80 pengisi acaranya di Dunia Fantasi, Taman Impian Jaya Ancol. Setiap hari, pengunjung bisa menyaksikan paduan warna-warni kostum, gerak, serta musik yang mendentum di atas panggung di Hall Rama Shinta sekitar pukul 12.30 dan pukul 14.30.
"Kerja sama ini mengelaborasikan keunikan dan karakter Ancol sebagai destinasi wisata Indonesia ke dalam sebuah karnaval spektakuler dari Dunia Fantasi hingga Ocean Ecopark," ungkap Manajer Humas Ancol Metty Yan Harahap di Ancol, Sabtu (3/9/2011).
Ancol sendiri memutuskan untuk memboyong JFC ke rumahnya karena prestasi JFC yang sudah diakui oleh dunia internasional. JFC telah berhasil menempati peringkat 7 karnaval terheboh dunia. Berbagai penghargaan internasional pun berhasil disabet, antara lain menjadi ikon nasional yang mengantar Indonesia menjadi juara pertama ‘National Costume’ dan berhasil menyisihkan 40 negara kompetitor.
Pengunjung bisa menyaksikan kreativitas diterjemahkan dalam berbagai bentuk kostum yang mengadopsi konsep 'back to nature', mulai dari bentuk kupu-kupu, lebah, burung hantu, merak dan bunga hingga bentuk-bentuk abstrak yang tetap menyiratkan keindahan alam. Para model hadir di tengah-tengah efek asap, buih dan lampu sorot yang gemerlap.
Senang rasanya melihat lenggak-lenggok para model yang diikuti dengan lambaian kostum yang terbuat dari kain dan kertas warna-warni serta manik-manik berbagai ukuran. Padahal kostum mereka bisa mencapai 5-10 kilogram!
Di tengah acara, peragaan dibarengi dengan suara merdu tiga pria dari kubu marching band yang melantunkan lagu 'Ekspresi'. Sementara itu, di akhir acara, pembawa acara dengan lugas mempersilahkan para pengunjung untuk berfoto bersama para model yang sudah turun dari panggung mendekati tempat duduk penonton.
Pengunjung bebas memilih model dengan kostum yang disukai dan berfoto gratis. Kontan, sebagian besar pengunjung, bahkan yang tengah menikmati makan siang dari area kantin di belakang panggung sound system segera mendekat. Putra-putri Rinda, warga Tanjung Priok, pun berfoto dengan hampir seluruh model yang ada.
"Menghibur ya, apalagi di sini bebas masuknya. Bisa ditonton siapa saja. Bisa foto-foto juga dengan seluruh modelnya. Anak-anak juga bisa mengenal kreativitas budaya lokal," ungkap Rinda yang datang bersama suami dan dua anaknya.
Ternyata, para model dan pemain marching band serta perkusi ini tak cukup beraksi di atas panggung. Nuansa 'fashion on the street' yang ada di Jember benar-benar dihadirkan secara khusus untuk para pengunjung Ancol. Setiap pukul 16.00, seluruh kru JFC yang mencapai 80 orang ini tumpah ruah di jalanan Dunia Fantasi. Mereka akan berparade dari Plaza Dufan hingga wahana Fantastique Magic Fountain Show di kawasan Ecopark. Masih dengan dentuman musik khas marching band dan lenggak-lenggok yang manis. Aksi parade ini pun dimeriahkan oleh sejumlah Lebanese Dancer.