Proses perlombaan panjat pinang di pantai Ancol Taman Impian dalam rangka merayakan HUT ke-66 RI, Rabu (17/8/2011), berlangsung meriah. Acara ini berhasil mengundang tawa sekitar 1.000 penonton yang menyaksikan prosesi permainan rakyat tersebut.
Lomba panjat pinang ini diikuti oleh 800 peserta dari berbagai daerah di Jakarta. Masing-masing kelompok terdiri dari 4 orang, sehingga ada 200 kelompok yang ikut bertanding. Uniknya, pada perlombaan kali ini ada empat kelompok atau 16 orang wanita yang juga ikut bertanding memanjat pohon pinang.
“Sejak tahun 1995 saya menyaksikan perlombaan panjat pinang di Ancol belum pernah ada kelompok wanita yang ikut serta, baru kali ini ada yang berani untuk mendaftar, sehingga memang perlombaan panjat pinang kali ini akan lebih seru karena berbeda dari biasanya,” ungkap Event Manager Ancol Taman Impian sekaligus penanggung jawab acara, Arif Effendi.
Setiap kelompok diharuskan memanjat satu pohon pinang yang sudah disiapkan dengan beragam hadiah menarik mulai dari sepeda, alat peralatan makan, alat peralatan mandi, dan dispenser. Sekitar 10 menit perlombaan berlangsung, tampak satu kelompok yang sudah berhasil mencapai puncak pohon dan bersiap-siap menurunkan sepeda. Sementara anggota kelompoknya sudah siap di bawah untuk menyambut hadiah tersebut.
Sedangkan pada sisi lain, masih tampak gelora semangat dan perjuangan masing-masing peserta untuk meraih hadiah yang tinggi tergantung di pohon pinang yang licin karena baluran oli. Masing-masing pohon memiliki panjang sekitar 10 meter.
Bahkan, hingga batas waktu yang sudah ditentukan panitia habis, masih banyak kelompok yang belum membuahkan hasil. Akhirnya, panitia memberikan kebebasan waktu untuk memanjat pohon pinang dan hal ini berlaku juga bagi kelompok yang sudah mendapatkan hadiah. Alhasil, banyak kelompok yang mendapat hadiah double.
“Seneng, kelompok saya hari ini bisa bawa tiga buah sepeda juga barang lainnya dan hadiahnya nanti akan kita bagi-bagi rata,” ucap Rudi, salah satu anggota kelompok yang memenangkan perlombaan.
Untuk mendapatkan hadiah tersebut, memang memerlukan teknik khusus. Biasanya tiap kelompok mempunyai strategi sendiri dalam usaha memperoleh hadiah. Misalnya, ada kelompok yang sengaja meletakkan anggota dengan postur tubuh paling kekar di bagian paling bawah. Barulah kemudian disusul oleh rekannya yang lebih kecil dan urut hingga paling kecil yang bertengger pada posisi paling atas untuk memetik hadiah di puncak pohon pinang.
“Lucu, melihat ekspresi mereka yang aneh-aneh saat menahan kesakitan sambil memeluk pohon pinang. Belum lagi muka mereka yang hitam terkena minyak oli itu dan bahkan ada yang sudah susah payah memanjat mendekati paling atas, harus melorot lagi ke bawah hanya karena kesalahan kecil,” ucap salah satu penonton, Benny, sambil tertawa.