BERITA

ANCOL ECOPARK

Rabu, 24 Februari 2010

***Wahana Rekreasi Baru Di Ancol****
ANCOL ECOPARK
“Untuk Keanekaragaman Hayati Indonesia: Eco Living – Exploring – Adventures”

Jakarta, 22 Februari 2010
Ancol Taman Impian terus mengembangkan berbagai wahana hiburan berbasis pendidikan (edutaiment). Areal seluas 33,6 ha yang menjadi taman hijau terbuka yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan lingkungan hidup.

“Kami akan segera membangun wahana baru yaitu Ecopark yang berbasis edutaiment. Taman ini akan dilengkapi berbagai sarana yang bisa dimanfaatkan bagi pendidikan lingkungan hidup seperti taman flaura, taman fauna dan fasilitas multifungsi untuk permainan petualangan terbuka,“ kata Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Budikarya Sumadi, pada kegiatan penanaman tanaman langka dengan melibatkan tidak kurang dari 500 siswa Sekolah Dasar dari kawasan penyangga Ancol. Kegiatan ini juga merupakan peran aktif Ancol Taman Impian dalam rangka menyemarakan Tahun Internasional untuk Keragaman Hayati pada 2010 ini.

Budi Karya yakin kehadiran ecopark akan sangat bermanfaatkan bagi kepentingan pendidikan, terutama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya generasi muda akan arti penting memelihara lingkungan dan menjaga kekayaan keragaman hayati Indonesia. Ecopark yang ditata dengan konsep memperkaya elemen natural akan menjadi salah satu jendala bagi masyarakat perkotaan tentang potensi keragaman hayati Indonesia.

Selama ini mungkin sebagian besar masyarakat perkotaan kurang bersentuhan hal-hal yang terkait dengan keragaman hayati ini sehingga tidak begitu mengetahui arti potensi kekayaan alam Indonesia dan kehadiran Ecopark antara lain bertujuan itu untuk meningkatkan kesadaran akan kekayaan nasional tersebut.

Ecopark, berupa sebuah taman terbuka yang dilengkapi berbagai fasilitas edutaiment, botanical garden dan sarana adventure berbasis green lifestyle. Ancol Ecopark nantinya akan terbagi menjadi beberapa kawasan dengan fungsi yang berbeda yaitu Human Kingdom, Floral Kingdom dan Faunas Kingdom.

Kawasan Human Kingdom akan dilengkapi berbagai fasilitas multifungsi untuk permainan petualangan ruang terbuka seperti maze, lookout towers, bridges, adventurous cycle park, canoes ride, science centre, exhibition, convention dan indoor park termasuk fasilitas extreme park seperti wall climbing, skateboard park, , Kawasan Kingdom akan dilengkapi dengan botanical gardens, butterfly pavilion, treetop walk, ecopark discover centre, ecolab. Sedangkan Faunas Kingdom akan dipenuhi sarana birdies adventurous (bird watching, balloon park), monkey island, insects museum, multifunction lawn seperti open theater, outdoor cinema, music concert.

 

Strategi Penataan Ecopark
Budikarya mengatakan, Ancol Taman Impian akan menjadi kawasan wisata yang tidak hanya menyajikan berbagai wahana yang menarik, tapi sekaligus menyajikan kepada pengunjung akan arti pentingnya membangun lingkungan yang kondusif bagi pengembangan sebuah ekosistem dan keragaman hayati. Melalui konsep green Ancol dan blue Ancol, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk sebagai pengelola terus menata kawasan wisata terbesar di Asia Tenggara ini sesuai dengan konsep ramah lingkungan. “Konsep penataan ke depan adalah memperkaya elemen natural pada daratan dan pantai yang kami sebut sebagai green ancol and blue ancol concept,“ katanya.

Dalam proses pembangunan Ancol Ecopark , PT Pembangunan Jaya Ancol akan menambahkan densitas pohon hingga lima kali lipat dari kondisi eksisting sebanyak 2.000 pohon menjadi 10.000 pohon (create) dengan berbagai jenis. “Ini bagian dari peran serta aktif Ancol dalam menjaga keragaman hayati Indonesia,” kata Budi.

Kehadiran Ecopark juga dirancang untuk memperkuat koridor hijau di sepanjang areal Taman Impian mulai dari Marina di bagian Barat sampai ke Pantai Carnival di bagian Timur. Selain memperluas area terbuka untuk kegiatan edukatif, hiburan dan olahraga, Ecopark juga akan semakin memperkaya lingkungan natural di kawasan Taman Impian dan memunculkan pusat paru-paru di kawasan ini.

Sedangkan untuk mencapai tujuan Blue Ancol, kehadiran Ecopark akan dimanfaatkan kebutuhan publik terhadap waterfront management dengan membangun daerah kanal sebesar 20% dari area Ancol Ecopark dengan konsep relink, reform dan create.
Pembangunan kanal tersebut selain akan meningkatkan kemampuan water management sebagai drainase untuk mengantisipasi air pasang, gelombang laut dan curah hujan yang tinggi, juga sekaligus akan menjadi saluran transportasi air yang menghubungkan berbagai unit rekreasi di kawasan Ancol Taman Impian.

Budikarya menjelaskan, green ancol and blue ancol concept didasari oleh keinginan untuk membangun suatu kawasan wisata yang akan memberi nilai tambah lebih kepada pengunjung dari sekedar menyajikan hiburan atau permainan semata. Melalui green ancol and blue ancol concept, kawasan Ancol akan terus ditata dengan memasukan unsur kelangsungan ekosistem alam sehingga setiap pengunjung Ancol tidak hanya menikmati wahana hiburan, juga sekaligus bisa menikmati lingkungan yang serasi dengan ekosistem alam.

“Kami bercita-cita bisa memberikan nilai tambah berupa meningkatnya kesadaran akan arti penting untuk menjaga lingkungan alam agar ekosistem yang ada di dalamnya dalam terus berlangsung agar keragaman hayati sebagai sumber penghidupan kita semua tetap terjaga sampai ke anak cucu,“ kata Budi.

Tahun Keanekaragaman Hayati 2010

Sebagai salah satu rangkaian tahap awal, maka turut diselenggarakan Ancol Ecopark “Untuk Keanekaragaman Hayati Indonesia: Eco Living – Exploring – Adventures,” yang merupakan hasil kerjasama antara Ancol bersama mitra pemerhati lingkungan, antara lain Kehati (Keanekaragaman Hayati Indonesia) dan seluruh komunitas pemerhati lingkungan : Ancol Sayang Lingkungan, Teens Go Green dan Anak Sekolah Rakyat Ancol.

Selain itu, Ancol mendapatkan sebuah kehormatan dari Kehati dengan diberikannya Master Buku Pertama Kehati yang belum dilaunching di toko-toko buku dengan judul “Keanekaragaman Hayati: Hutan Kota dan Jenis Pohon di Jabodetabek” oleh penulis Ismayadi Samsoedin, Tarsoen Waryono, dan Latipah Hendarti.

”Keanekaragaman hayati merupakan keanekaan bentuk kehidupan di bumi; termasuk diantaranya interaksi berbagai makhluk hidup dan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Tingkatan keanekaragaman hayati mencakup tiga tingkat yakni ekosistem, spesies, dan genetik. Keanekaragaman hayati memiliki peran penting dalam menjaga system dan keberlangsungan hidup satwa, tumbuhan, dan manusia; yang memberikan sumber pangan, energi, kesehatan, dll. ” kata Direktur Kehati, MS. Sembiring.

MS. Sembiring turut menambahkan bahwa Tahun 2010 ini sendiri dicanangkan oleh Sidang Umum Perwakilan Bangsa – Bangsa (PBB) sebagai Tahun Keanekaragaman Hayati Internasional. Artinya sepanjang tahun 2010 mendatang PBB mengajak seluruh pihak mulai dari tingkatan invidu, kelompok, hingga institusi/organisasi di seluruh dunia untuk bersama – sama meningkatkan kepedulian, berpartisipasi dan melakukan tindakan yang bisa menyelamatkan kelangsungan keanekaragaman hayati global. Karena itu dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk bersama – sama melestarikan sumberdaya hayati demi kelangsungan seluruh umat manusia dan makhluk hidup lainnya di masa mendatang. ***(END)

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Departemen Corporate Plan, sdr. Kiky Da Gomez  & Sofia Cakti (opie)