Pasar Seni
Urbanfest 2009 Belajar Origami Langsung Dari “sang Penulis” Buku
Senin, 26 Oktober 2009

Siapa yang tak kenal dengan Origami. Seni melipat kertas asal negara Sakura Jepang ini memang sudah cukup popular di Indonesia.  Tak hanya diminati oleh anak-anak tapi juga orang dewasa hingga orang tua.

Menempati salah satu stan di UrbanFest 2009, Origami menjadi salah satu pojok yang cukup banyak diminati pengunjung. Bahkan, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo usai meresmikan pembukaan UrbanFest pada Sabtu (24/10) menyempatkan diri mampir ke stan ini.
Kehadiran stand Origami ini memang terbilang istimewa, selain dihadirkan langsung dari Bandung juga menghadirkan penulis buku Origami Maya Hirai. “Kami dari Sanggar Origami Indonesia,” kata Firna yang menjaga stand Origami di UrbanFest Pasar Seni Ancol, Sabtu (24/10).
Di stan ini, pengunjung tidak hanya bisa memperoleh buku-buku cara membuat origami, bahan kertas membuat origami, tapi juga belajar langsung dari penulis yang merupakan Instruktur Origami Maya Hirai. Buku cara belajar Origami dijual mulai dari harga Rp25.000 sementara bahan kertas origami dijual mulai dari Rp10.000 untuk setiap 100 lembarnya.
Sang penulis langsung membagi ilmunya membuat origami kepada pengunjung yang ingin belajar seni melipat kertas ini. Tidak sedikit anak-anak bersama orang tuanya yang ikut mencoba.
Apalagi, Maya Hirai memberikan tips mulai dari cara melipat kertas untuk tingkat pemula hingga tingkat mahir. “Origami bisa dipelajari dari anak-anak usia 3 atau 4 tahun. Tadi ada anak umur 3 tahun dalam waktu setengah jam  bisa membuat 5 jenis origami,” tambah Firna.
Origami menjadi banyak diminati karena keterampilan melipat kertas ini bisa melatih motorik halus, tumbuhnya motivasi dan kreativitas anak. Bagi orang dewasa, origami juga bisa menjadi sarana hobi maupun sarana berkomunikasi orang tua bersama anak-anaknya.
Seperti yang diungkapkan Mira, salah seorang Ibu yang membelikan putrinya buku dan kertas origami. “Origami adalah sarana bermain sambil belajar yang efektif bagi anak-anak. Saya lebih memilih membelikannya kertas origami daripada mainan biasa,” ujarnya.(*)

 

Share on Facebook 
Copyright 2008 - 2012 Taman Impian Jaya Ancol